Cerpen (Cerita Pendek)



Rencana Indah Dari Tuhan


          Aku bego bangat …
Berani – beraninya aku mengabaikan seseorang yang tulus mencintaiku. Aku merasa bersalah telah mengacuhkan apa yang ia lakukan selama ini. Mungkin benar kata orang aku terlalu sombong, dan terlalu menginginkan selera yang tinggi, padahal itu salah. Karena cinta tak pernah mengenal status seseorang baik dia orang atas maupun dia orang bawah.

          Dia selalu memberikan kejutan – kejutan yang indah padaku. Dia juga selalu ada jika aku sedang sedih dan butuh teman untuk curhat. Namun, aku selalu mengabaikannya. Aku memang bego … bego … bego … !!!
Kapan lagi coba dapat cowok perhatian kayak dia. Kan susah sekali tuh ?? Nyarinya juga bisa bertahun – tahun.

          Awal kenalan ama dia, emang membosankan sih !! Soalnya dia nyebelin dan sok tahu, apalagi nie sok perhatian – perhatian gitu ama aku, kayak uda pacaran aja …

          Namaku, Hanny … Aku cewek yang pendiam and kasar, tapi dibalik semua itu aku punya satu sifat yang manja. Aku selalu ingin diperhatiin oleh orang – orang yang ku sayang. Aku begitu, karena dari kecil aku tak pernah diperlakukan baik oleh ayahku. Ayahku, seorang tentara …
Beliau, sangat kasar and pemarah bangat !! Karena sifat itulah makanya ibuku meninggal. Ibuku adalah orang yang begitu ku sayangi karena dari dialah aku bisa merasakan rasanya di sayang dan di manja. Namun, setelah Tuhan mengambilnya aku merasa hidup ini begitu hampa. Dari situ juga aku menjadi anak yang pendiam dan tak ingin bergaul dengan siapapun. Dalam hatiku, semua orang hanya mempedulikan diri mereka sendiri tanpa peduli dengan perasaan orang lain yang ada di sekitar mereka.

          Sampai – sampai, pada suatu saat aku bertemu dengan orang yang jadul bangat. Namanya, Dion … Dia cowok yang nyebelin n sok tahu !! Tapi dia cukup perhatian ama cewek … Namun, tetap aja aku tak suka …
Dimana pun aku berada, selalu aja ada dia … S’pertinya dunia ini sempit bangat deh !!

          Suatu ketika, aku dimarahi besar – besaran oleh ayahku … Hanya karena aku belum masak. Tapi aku sudah memberikan alasan pada ayahku, bahwa aku sedang sibuk dengan tugas sekolahku yang sedang menumpuk. Namun, ayahku tak peduli dan dia pun menamparku dengan tamparan yang paling keras yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Sampai – sampai aku tak bisa menahan rasa sakit itu, dan aku memilih untuk pergi dari rumah dan tak mempedulikan lagi apa ada ayah di rumah atau tidak. Perasaanku begitu hancur saat itu. Bagiku Tuhan terlalu jahat dan tak peduli dengan diriku ini.
          Aku tak tahu harus kemana ?? Dan harus berbuat apa …
Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi ke kuburan ibuku. Sesampainya disana, aku mulai mencurahkan isi hatiku yang kesal dan sedih padanya. Aku tak peduli lagi, bagiku saat itu ibu sedang berada disampingku. Aku berharap, saat itu ibu bisa mendengar semua keluhanku yang berasal dari hatiku yang paling dalam …
“Ibu, aku kangen …”
“Kenapa, ibu harus pergi ??”
Hatiku begitu hancur. Sampai terpikirkan untuk menyusul ibuku. Pada saat itu aku melihat pisau disampingku. Aku mulai mengambilnya, dan tanpa pikir panjang aku mengiris tanganku. Aku pun pingsan dan tak sadarkan diri.

          Ketika ku sadar … Ternyata aku berada di sebuah rumah. Dan rumah itu seperti ku kenal, akhirnya aku keluar dan melihat – lihat sebenarnya rumah siapa ??
Ternyata, itu rumah Dion. Karena ketika aku keluar aku melihat Dion sedang menyiapkan sarapan pagi untuk ayahnya. Dion pun melihatku, dan seketika itu Dion memanggilku untuk sarapan bareng sama ayah dan ibunya. Dalam hatiku, aku merasa bersalah selama ini telah bersikap yang buruk – buruk sama Dion. Padahal dia sudah menolongku. Aku pun mengikuti sarapan bareng sama ayah dan ibu Dion. Saat itu pun aku mengucapkan terima kasih kepada Dion karena telah menolongku saat aku ingin bunuh diri. Namun, anehnya Dion hanya mengatakan bahwa bukan dia yang menolongku tapi itu semua rencana Tuhan.

          Aku menjadi lebih heran … Baru kali ini aku mendapatkan seorang cowok yang berbeda dengan cowok lain. Yang biasanya mereka meminta imbalan ketika menolong orang lain, apalagi itu cewek. Tetapi, aku salut dengan sikap Dion. Aku pun meminta izin untuk menginap beberapa hari di rumahnya Dion, karena aku belum bisa memaafkan ayahku dan aku juga belum berani bertemu dengan ayah. Dan ketika itu Dion pun mengizinkan, namun dia menyuruh aku pergi ke suatu tempat di dekat rumahnya. Tempat itu adalah gereja. Dia menyuruh aku menenangkan diriku disitu karena hanya Tuhan yang mampu mengatasi problemku. Jujur aja, aku malu pada diriku, Dion dan yang paling utama adalah Tuhan Yesus.

          Namun, Dion memaksa aku untuk masuk. Katanya, seburuk apapun kita dimata Tuhan … Tapi Dia akan tetap menerima kita, karena Dia mengenal kita lebih dari apapun. Kata – katanya itu yang membuatku berani masuk ke dalam gereja. Aku pun berdoa. Aku mencurahkan semua isi hatiku pada Tuhan …
Aku juga meminta maaf padaNya karena telah menyalakan Dia dalam probem – problem yang ku hadapi selama ini.

          Dion pun melihatku dan dia menghapus air mataku. Dia berusaha menguatkanku. Akhirnya, karena tak sanggup aku langsung memeluknya dan menangis dipelukannya. Aku meminta maaf atas kesalahan yang selama ini ku buat padanya. Dan dia pun memaafkan aku. “Apapun yang kamu terima di dunia ini, baiknya kamu terus bersyukur.” Kata Dion ..
Aku pun marah, kenapa dia bisa mengatakan hal itu. Aku pun bertanya padanya. Dan dia menjawab bahwa aku masih lebih beruntung, karena sejahat – jahatnya dunia ini tapi Tuhan masih bisa melindungiku dari semua kejahatan dunia ini. Tuhan masih ada pada saat kita memerlukannya.

          Aku pun mengerti maksudnya. Memang betul kata Dion, Tuhan masih ada saat aku susah dan tak ada pengharapan buktinya Tuhan memberikan Dion untuk membantuku lebih dekat denganNya. Akhirnya, keesokan harinya aku pun membranikan diri untuk pulang, apapun resikonya aku akan terima. Aku berterima kasih sama ayah dan ibu Dion yang telah menerimaku untuk tinggal beberapa hari di rumahnya.

          Ketika sampai di rumah, aku melihat ayahku sedang menangis sambil melihat fotoku dan ibu. Aku pun mendekatinya. Dan dia memelukku dan minta maaf karena tak bisa memberikan kasih sayang s’perti ibuku. Dan dia berjanji untuk tidak akan pernah membuat hatiku terluka lagi. Saat itu, aku merasa Tuhan sangat menyayangiku …
Dia membuat sesuatu indah pada waktunya. Dan saat itu juga hidupku penuh dengan rasa bersyukur dan bersyukur …. ThAnk God !!!

          Keesokkan harinya, aku tak sabar ingin menceritakan semua ini pada Dion …
Aku pun berangkat ke menuju rumahnya. Sesampainya aku disana, aku melihat rumah Dion yang sepi dan sunyi. Aku mengetok – ngetok pintunya namun tak ada jawaban. Dan ketika itu pula, tetangganya mengatakan bahwa Dion dan keluarganya telah berangkat ke Australia karena ayahnya dipindah tugaskan disana.
Aku merasa sedih sekali …
Kenapa Dion, tak bilang padaku dan kenapa juga dia harus tinggalin aku sendiri.

          Aku pun pergi ke gereja … Disana aku berdoa. Jujur saja, aku sangat sedih atas kepergiaan Dion, padahal aku sudah mulai suka sama dia. Tapi, aku teringat kata – kata dari bibirnya padaku bahwa Apapun yang kita terima di dunia ini, kita harus terus bersyukur. Walaupun, sakit sekali tapi aku berusaha untuk bersyukur. Mungkin inilah jalan yang Tuhan inginkan padaku. Dan aku harus terus mengikuti jalan itu. Dalam hatiku aku berjanji aku akan berusaha tegar dalam menghadapi kekejaman dan kemunafikan dunia ini. Dan yang paling penting adalah aku takkan pernah pergi jauh lagi dari Tuhan Yesus. Karena dari Dialah aku bisa hidup sampai saat ini. Dan aku percaya, jika Tuhan ijinkan aku bisa bertemu lagi dengan Dion.

          Selang 2 tahun lamanya … akhirnya aku pun lulus SMA. Aku bingung harus melanjutkan studiku dimana. Ternyata, aku diberikan kesempatan untuk kuliah di Australia karena aku diberikan beasiswa berprestasi dari sekolahku. Aku begitu bangga …
Ayahku juga merasa paling bangga padaku … Namun dibalik itu semua, aku masih terasa sedih karena Apa aku harus pergi tinggalkan ayah ?? Aku binggung ??
Dan aku terus berdoa dan meminta pendapat dari Tuhan. Akhirnya Tuhan memberi jawabannya. Dan aku pun diijinkan untuk pergi ke Australia bersama ayah karena ayah juga dipindah tugaskan disana. Rasanya, Tuhan itu paling baik sekali padaku.

          Sesampainya disana, aku mulai menyiapkan diri untuk masuk Universitas di Australia. Dan saat bersamaan pun aku berpapasan dengan Dion. Aku tak menyangkah sekian lamanya aku dan dia berpisah, akhirnya aku bertemu dengannya juga. Aku langsung memeluknya sambil menangis terharu. Dion pun mengajakku makan bersama untuk melepas rindu antara kita berdua. Sambil makan, kita terus berbincang – bincang. Aku pun menceritakan semuanya mulai dari kepergiaannya sampai alasan aku bisa sekolah di Australia. Mungkin bagi Dion, saat itu aku terlihat aneh. Karena baru kali ini aku cerewet sekali di depannya. Namun, Dion tetap tersenyum mendengar aku bercerita.

          Kemudian, dia memotong pembicaraanku …
“Han, apa kamu sudah punya seseorang yang special di hatimu ??” kata Dion dengan tatapan yang sangat serius.
Aku pun terdiam. Sebenarnya apa yang harus ku katakan padanya. Andai aja, dia tahu bahwa semenjak dekat dengannya aku begitu bahagia. Tapi, apa dia percaya ??
Aku pun memberanikan diri mengungkapkan apa yang ku rasakan padanya.
“Iya … Dan orang special itulah, yang menjadi salah satu alasan yang paling penting mengapa aku mau sekolah disini.” Kataku dengan memberikan senyuman.
“Siapa dia ??” tanya Dion padaku.
“Kamu …” akhirnya aku pun mengatakannya.

          Dion kaget, dan dia pun memandangku dengan tatapan mengharukan. Aku dan Dion terdiam sejenak. Tak lama kemudian Dion mengatakan cinta padaku. Aku tersenyum bahagia dan aku mengatakan hal yang sama pula. Dari situlah, Dion dan aku meresmikan hubungan kita sebagai sepasang kekasih. Bagiku, Tuhan begitu baik dalam hidupku dan Dia juga mengatur rencana – rencana yang indah pada waktunya. Sungguh, aku begitu bangga punya Allah yang baik seperti Dia …
Aku dan Dion pun pergi ke gereja dan berdoa bersama – sama.

          Aku begitu bahagia sekali … Punya Allah yang begitu Dasyat kuasanya …
Punya ayah yang sekarang begitu sayang padaku …
Dan yang paling membuatku bahagia, adalah punya seseorang yang begitu mencintaiku apa adanya aku … Terlebihnya lagi, dia selalu mengajarkan aku untuk selalu dan senantiasa bersyukur atas apapun yang Tuhan berikan. Terima kasih Tuhan Yesus !! JJJ



Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah
Yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu
[ 1 Tesalonika 5:18 ]


2 komentar:

Posting Komentar