PUISI NATAL


“ HIDUP BERBAGI ”

Terompet membunyikan suara
Pecahnya petasan menggadukan suasana
Kilauan sinar pohon natal
Memberikan warna tersendiri
Di bulan yang kudus

Suasana Natal terpancar sudah
Memberikan kesan dan pesan indah

Telah lahir Bayi Natal
Yang mungil wajahnya
Datang ke dunia tuk selamatkan

Tapi..
Kedatangan yang dinantikan
Dengan segala yang berbau mewah
Terasa hampa tak berarti

Petasan yang kian dibunyikan
Rumah yang dicat dengan segala warna
Baju baru, kue dan lainnya
Tak ada gunanya, tak ada arti

Bayi itu lahir di palungan yang hina
Tempat yang kotor, bau..
Dan hanya menumpang
Lahir tuk menyelamatkan umatnya

Emas, Mur dan Kemenyaan
Dipersembahkan tiga majus dari Timur
Lalu, apa yang akan kita persembahkan ??
Baju baru, Rumah baru, kue atau petasan-petasan ??
Apa kelahirannya hanya tuk bersenang-senang ??
Tuk kepuasan diri sendiri ??

Tidak.. Tidak .. Tidak !!
Memang Dia lahir untuk kita,
Tapi renungkanlah sejenak ..
Lihat.. Betapa menderita orang-orang disamping kita,
Merayakan kelahiran Tuhan Yesus sendiri
Tak ada Ayah, Ibu, Anak dan keluarga lainnya
Tak ada Baju baru, tak ada kue, apalagi rumah

Mereka merayakan dengan apa adanya
Dengan tangisan, dengan kesengsaraan
Apa kita hanya menutup mata, melihatnya ??

Yesus lahir tuk mereka
Tuk menghapus air mata
Tuk menghilangkan derita
Tuk memberikan hidup baru
Dan tuk mengajarkan kita tuk hidup berbagi
Di bulan yang kudus ini

0 komentar:

Poskan Komentar